Selamat datang di LAZKAM
Agenda Sekolah

Bahaya Sedentary Lifestyle

Bahaya Sedentary Lifestyle

Oleh Tr. Endang Sriyani, S. Tr. Kes.

Apa itu sedentary lifestyle ?  adalah perilaku seseorang yang tidak banyak melakukan gerakan dan hanya mengeluarkan  sedikit energi, seperti duduk, membaca, menonton televisi, belajar, bermain game, dan bermain (menggunakan) computer. Sedentary Lifestyle merupakan gaya hidup yang tidak aktif atau tak banyak bergerak dan terlalu banyak dihabiskan dengan duduk atau berdiam diri saja.

Pada masa pandemic Covid 19 ini, kita mengalami perubahan gaya dan pola hidup. Tadinya kita bebas bergerak keluar dan beraktivitas dengan leluasa saat ini tidak bisa kita lakukan seperti dulu lagi. Untuk upaya pencegahan penularan terhadap covid-19 kita diminta untuk lebih banyak di rumah (stay at home). Hal yang paling banyak berubah juga terjadi pada  anak-anak. Saat ini harus banyak aktivitas di rumah dan melakukan sistem pembelajaran dengan berbasis daring (dalam jaringan) atau Pembelajaraan Jarak Jauh (PJJ) dengan menggunakan computer ataupun hand phone.

Namun demikian banyak di masyarakat yang justru menyalahgunakan kebijakan yang diberlakukan tersebut untuk aktivitas yang kurang produktif seperti bersantai-santai, bermalas-malasan, atau justru malah sebagian pelajar ada yang memanfaatkan masa-masa seperti ini dengan aktivitas tiduran, makan, buka laptop, dan handphone saja tanpa melakukan aktivitas seperti olah raga. Gaya hidup seperti ini saat ini lebih trend di sebut dengan kaum rebahan.  Salah satu penyebab dari gaya hidup ini adalah salah satunya karena adanya  “long screen time dimana ketika seseorang banyak menghabiskan waktunya berada di depan layar TV dan gadget seperti komputer serta handphone.

Gaya hidup kurang aktif bergerak (sedentary lifestyle) ini memberikan dampak yang kurang baik bagi kesehatan fisik maupun mental kita. Penyakit yang dapat terjadi akibat dari gaya hidup ini adalah obesitas, penyakit kardiovaskuler, sindrom metabolic (seperti hipertensi, diabetes dan kadar kolesterol tingi ) kanker stroke dan juga kesehatan mental (Tremblay, et al., 2010; 2010; MedlinePlus, 2017). Begitu besarnya bahaya dari gaya hidup ini maka dari itu kita harus senantiasa bisa menjaga kesehatan tubuh kita dengan aktivitas yang seimbang.

Cara mengatasi sedentary lifestyle adalah dengan tetap aktif bergerak, saat di depan computer terlalu lama berikan jeda waktu untuk melakukan peregangan otot. Selain itu bisa juga bagi yang senang dengan music bisa mendengarkan music saat bekerja di depan computer agar lebih relaks. Hal lain yang bisa dilakukan adalah tetap lakukan kegiatan dan luangkan waktu untuk berolah raga seperti jogging, senam dan juga lakukan pekerjaan rumah seperti aktivitas menyapu, mencuci, mengepel dan juga aktivitas rumah tangga lainnya seperti memasak bagi seorang perempuan. Di era pandemic ini sangat cocok untuk memanfaatkan waktu luang juga untuk kegiatan berkebun dan mengembangkan bakat berupa kreativitas seni dan art. Semoga kita semua sehat selalu dan menjadi orang yang aktif dan produktif selalu.

 

Referensi

Tremblay, M.S., Colley , R. C., Sauders, T.J., Healy G.N., & Owen, N. (2010). Physiological and Health Implications of a sedentary lifestyle. Applied Physuology, Nutrition,and Metabolism, 725-740.doi:10.4065/mcp.2010.0444

 

.

Comments are closed.