Selamat datang di LAZKAM
Agenda Sekolah

Strategi Pembelajaran Ketrampilan Hidup Pada Anak Berkebutuhan Khusus

Strategi Pembelajaran Ketrampilan Hidup Pada Anak Berkebutuhan Khusus

Oleh Eny Widayati, AMd. OT

 

Salah satu tujuan orang tua memberikan pendidikan bagi anaknya agar kelak dapat hidup mandiri. Hidup mandiri dapat diartikan anak memiliki ketrampilan hidup yang baik. Mandiri dalam hal memenuhi kebutuhan dasar untuk diri sendiri mulai dari hal kecil hingga hal besar dalam menjalankan kelangsungan hidupnya di masa mendatang. Hidup mandiri ini juga berlaku untuk anak yang mengalami hambatan dalam tumbuh kembangnya yang biasa disebut dengan anak berkebutuhan khusus. Orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus juga mempunyai harapan yang sama yaitu menginginkan anaknya untuk mampu hidup mandiri. Maka dalam artikel ini, akan dibahas pentingnya belajar hidup mandiri pada anak berkebutuhan dan strategi pembelajarannya

 

Mampu melakukan semua kegiatan secara mandiri tentunya lebih menyenangkan dibandingkan hidup bergantung dengan orang lain. Selain itu, anak akan lebih percaya diri dalam lingkungan sosialnya. Pada anak dengan kondisi normal akan lebih mudah dalam memberikan pembelajaran kemandirian sesuai usianya. Namun berbeda dengan tingkat kemandirian pada anak dengan kondisi yang mengalami hambatan (anak berkebutuhan khusus). Hal tersebut dikarenakan anak berkebutuhan khusus mengalami hambatan dalam berbagai hal seperti pada kognitif, atensi dan konsentrasi, motorik sensorik, perilaku, kontrol emosi  dan lain-lainnya. Sehingga anak akan kesulitan menerima input informasi yang diberikan dan orang tua juga membutuhkan strategi atau metode supaya anak mampu mengerjakan kegiatan secara mandiri.

Aspek dalam kemandirian diri yang harus dimiliki oleh anak antara lain dalam hal perawatan diri, mengurus diri, menolong diri dan sosialisasi. Dalam melatih anak berkebutuhan khusus untuk hidup mandiri harus melihat usia kronolgis dan usia perkembangan anak saat ini. Sehingga orang tua harus memperhatikan dua hal tersebut karena saling berkaitan. Belajar mandiri mulai dari kebutuhan dasar seperti cara merawat diri yaitu makan, minum, mandi, menggosok gigi, aktivitas toilet, berpakaian, berhias diri, aktivitas pekerjaan rumah tangga  dan seterusnya. Adapun strategi dalam melatih kemandirian pada anak berkebutuhan khusus adalah sebagai berikut :

  • Perhatikan apakah anak sudah siap untuk menerima latihan, kenali perilaku dan karakter anak. Sehingga penting sekali orang tua mengetahui bagaimana mood dan emosi anak karena jika pembelajaran dilakukan dalam kondisi anak dalam kondisi mood dan kontrol emosi yang stabil maka anak akan mudah menerima latihan yang kita berikan.
  • Belajar dalam keadaan santai. Pembelajaran dilakukan dengan tegas namun lemah lembut. Dalam hal ini dibutuhkan kesabaran tinggi dari orang tua atau pengasuh dalam mengajari anak. Karena anak berkebutuhan khusus membutuhkan waktu yang lebih lama dalam menerima informasi sehingga butuh konsistensi dari orang tua dan pengasuhnya. Pembelajaran diulang-ulang hingga anak mampu melakukan secara mandiri. Hendaknya orang tua menghindari sikap memanjakan anak dan sikap mengasihi anak yang berlebihan.
  • Latihan hendaknya diberikan dengan singkat dan sederhana, tahap demi tahap mulai dari yang paling mudah. Anak berkebutuhan khusus biasanya akan lebih mudah menerima materi dengan praktek langsung, modelling oleh orang disekitar dan lebih banyak menggunakan media visual. Jadi anak tidak hanya sekedar mendapat materi melalui indera pendengarannya saja. Anak lebih mudah belajar segala sesuatu yang nyata (kongkrit) dibandingkan yang abstrak.
  • Pada waktu melakukan kegiatan hendaknya disertai percakapan dan gunakan kata-kata sederhana sehingga akan timbul komunikasi dengan anak.
  • Berikan pujian untuk anak. Pujian tidak hanya diberikan ketika anak berhasil melakukan kegiatan namun juga berikan ketika anak sudah berusaha melakukan kegiatan meskipun belum berhasil. Hal tersebut akan memotivasi anak untuk lebih bersemangat lagi dalam melakukan kegiatan.
  • Bagi orang tua hindari rasa kecewa dan frustasi jika latihan yang telah dilakukan berulang-ulang belum berhasil dan mengalami kendala. Lakukan analisa terhadap metode dan aktivitas yang kita berikan kepada anak sudah tepat atau belum. Hal tersebut dapat digunakan sebagai acuan dalam memberikan kegiatan selanjutnya supaya lebih tepat sasaran.
  • Ketika anak mulai belajar melakukan kegiatan sehari-hari maka buatlah menjadi sebuah pembiasaan yang rutin setiap harinya. Dengan demikian akan menumbuhkan sikap tanggung jawab pada anak.

Orang tua yang mempunyai anak berkebutuhan khusus memiliki kekhawatiran yang lebih tentang masa depan anak, bagaimana anak akan menjalani kehidupan bila mana orang tua sudah tidak mampu membersamai anaknya. Orang tua tidak khawatir tentang prestasi akademik anaknya namun lebih mengutamakan kemandirian anaknya dalam melakukan berbagai kegiatan kesehariannya untuk bertahan hidup. Dengan demikian, melatih anak untuk hidup mandiri sangat penting sekali dan dengan hidup mandiri maka hidup akan lebih bermakna.

Comments are closed.